BERBAGAI CERITA KISAH DAN GENOMENA KEHIDUPAN.
KALI INI BERCERITA TENTANG MUSAFIR TERKENAL INDONESIA YANG MENGELILINGI DUNIA BELAJAR KE BERBAGAI GURU ULAMA DAN KYAI DI SEPANJANG PERJALANANYA MENCARI JATI DIRI.
BELIAU ADALAH KH Muhammad Abdul Ghufron Al-Bantani Al-Jawi, TERNYATA BELIAU Adalah Cicit Syaikh Nawawi Banten ============================ Kiyai pengarang kitab samawi dengan bahasa suryani ini, ternyata juga menguasai bahasa ibrani juga mengerti bahasa binatang bahkan bahasa jin pun beliau kuasai بِسْــــــــــــــــــم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ… السّـــــلام عليکم ورØÙ…Ø© اللّÙ‡ وبرکاته Syekh Muhammad Abdul Ghufron Al-Jawi Al-Bantani. Kyai gaek yang selama ini selalu sembunyi di dalam terang, mulai di tahun 2020 kini mulai menampakan diri. Kyai terlahir dari racikan tangan Guru beliau, Mursyid Kamil Mukammil KH. M. Hasan Armin (Abuya Armin) Cibuntu Pandelang Banten (wafat 1409 H / 1998 M), ini mulai santer terdengar namanya. Dalam waktu yang relatif singkat kemunculan cicit Syekh Nawawi Al Bantani ini langsung menghipnotis banyak orang dan menggemparkan dunia per-Ulama-an di Nusantara. Kyai yg pernah dikubur hidup2 selama 40 hari 40 malam, lalu melakukan perjalanan Musafir keliling nusantara dan banyak negara 40 tahun dgn Berjalan Kaki Nyeker (Tidak beralas Kaki). Salah satu gurunya, Abuya Mama Armin dgn Ijazah Thoriqoh Qodiriyyah Wanaqsabandiyyah dan dipesani oleh sang guru : “Sebelum kamu mengenal Jati dirimu, dan bisa menyatukan umat islam, khususnya di Nusantara, jangan sekali-kali kamu kembali ke Banten, karena perjalananmu ini adalah makna rahasia Thoriqoh Qodiriyyah Wanaqsabandiyyah yang tujuan untuk menyatukan; Umat manusia, Jasad, Hati dan Ruh.” Guru-guru Beliau Selama Musafir KH. Hasan Amin ( Abuya Mama Armin) Banten KH. Ahmad Syadzili ( Mama Cikisik ) Tasikmalaya KH. Abdulloh Haq Nuh ( Aang Nuh ) Cianjur KH. Zain Abdussomad (Aang Baden ) Cianjur KH. Abdul Karim ( Mbah Makarim ) Boyolali KH. Shiroj ( Mbah Shiroj ) Panularan Kertosuro KH. Dalhar. Watu Congol Magelang KH. Mukhlis Batu Ampar Madura KH. Arwani. Kudus. KH. Abdul Hamid Abdullah Pasuruan KH. Abdullah Azza (Pak Azza) Lamongan KH. Mbah Juned. Ngimbang Lamongan KH. Ahmad Khudlori ( Mbah Dlori ) Gersik Dan masih banyak guru-gur beliau yang tidak di sebutkan di lembaran ini baik dari Nusantara ataupun Luar Negri seperti; Makkah, Madinah, Mesir, Baghdad, Cina dan sebagainya. Setelah sekian lama bersembunyi, kini Murid dari Abuya Mama Armin Cibuntu ini mulai menampakan batang hidung nya. Kemunculan Kyai yang satu ini mencuri perhatian banyak orang. Selama sembunyi bertahun tahun lamanya, beliau menyibukan dirinya menulis kitab dgn menggunakan bahasa Suryani, dan kini beliau telah merampungkan 500 kitab. Sontak saja kemunculan nya menjadi buah bibir dikalangan kyai muda dari berbagai pengasuh ponpes dan para santri. Karya beliau “Kitab Sawami Kalam Suryani” ditulis menggunakan bahasa yg terbilang langka, yaitu menggunakan bahasa Nabi Adam alaihis salam. Selain menguasai bahas suryani, sufi yg satu ini juga fasih banyak bahasa seperti Ibrani, bahasa burung, bahasa binatang buas, bahkan beliau juga menguasai bahasa jin. Kyai yg akrab dgn sebutan Abuya Mama Ghufron Al-Bantani atau Abah Ghufron, mengaku pernah dihubungi beberapa negara seperi Beirut (Lebanon), Turki, Mesir dan banyak lagi, yg menyatakan ketertarikannya untuk mencetak kitab2 karya beliau karena ditulis dgn menggunakan bahasa langka. Dan dapat dipastikan di era modern seperti saat ini hanya Abuya Mama Ghufron Al Bantani lah yg mampu menjinakan bahasa suryani. Ketertarikan tidak berhenti sampai disitu, beberapa negara di Timur Tengah pun menawarkan bekerjasama kepada beliau untuk mendirikan Universitas Suryaniah, universitas yg mempelajari bahasa Suryani. SEMOGA BELIAU SENANTIASA SEHAT PANJANG UMUR DAN BANYAK ILMU YANG BISA KITA AMBIL. AMIIN #MUSAFIR #ULAMA #KISAHNYATA #OLAHROGO #OLAHROSO #NGAJIDIRI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar